Showing posts with label spin. Show all posts
Showing posts with label spin. Show all posts

Wednesday, August 28, 2013

suzuki skywave dan Spin Pakai Piston Smash


Spin 125, Skywave 125 dan Smash 110. Diameter piston sama Banyak penikmat adu kebut bertanya. Terutama, pemilik Suzuki Skywave 125 atau Spin 125. Ya, bagaimana caranya dongkrak power. Apalagi, part racing buat skubek Suzuki masih tergolong jarang. “Sebenarnya bisa juga pakai piston Suzuki Smash, tapi hanya sebatas menaikan kompresi mesin,” bilang Adri, salah satu penyuka adu kebut yang besut Skywave 125 dari Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Kompresi? Iya. Karena piston Smash lebih jenong ketimbang seher Skywave. Begitunya, volume di kepala silinder atau ruang bakar makin padat. Kompresi pun, makin tinggi. Nah, jenong ini yang bikin kompresi naik. Buat aplikasi piston ini, perlu ubah liner atau perbesar boring lagi gak ya?



Bedanya, di jenong piston

Penyesuaian di celah klep piston

“Antara piston Smash dengan Skywave atau Spin 125, punya diameter sama. Yaitu, 53,5 mm,” tegas Sugio, Kepala Mekanik Suzuki Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan. Itu artinya nggak perlu lagi memperbesar boring lagi dong! Sebab dari ketiga spek mesin itu, yang beda antara Smash dengan Skywave 125 hanya stroke alias langkah piston.

Itu kenapa Smash yang murni 110 cc, bisa punya diameter piston sama dengan Skywave yang 125 cc. Lanjut! Meski langsung masuk ke liner Skywave 125, tapi kondisi piston Smash masih perlu sedikit penyesuaian.

Yaitu, di bagian kepala piston atau jenongnya seher. Jenong piston Smash perlu sedikit dipapas, terutama di bagian celah klep. Maklum, karena jenong, takutnya piston bakal mentok klep yang naik-turun mengikuti gerakan noken-as. Ayo yang mau naik kompresi?
by karim.................

Read more »

Sunday, August 25, 2013

Suzuki Spin 125

Cegah Kabel Spido Putus

1532kasus-spin-axl-1.jpgKabel spidometer Suzuki Spin 125 gampang putus. Kejadian begini biasa terjadi pada pemakaian kisaran di atas 7.000 km. “Teman-teman di Spinner ngalamin pas di 11.000 km ke atas. Sampai sekarang masih terus dilacak anggota klub Spinner,” beber Dwi Indra ‘Black’ Saputra, Tim Teknik Spinner, alias komunitas pengguna Spin 125.

Persoalan yang terjadi sebenarnya sederhana. Problemnya bukan karena komponen penggerak panel kecepatan Spin 125 buruk. Tapi, ada hal yang sepintas sepele, tapi merembet ke gir penggerak spido. “Ada di laher roda dan karat,” bilang Indra yang sebenarnya enggak black alias item. Jadi, apanya donk yang black?

Biang keroknya bisa dilacak di laher roda. Bearing yang mulai bermasalah merembet ke gir spido. Soalnya putaran bearing enggak lagi sempurna. Padahal, gerakan gir sangat ditentukan perputaran laher. Ada mekanisme yang menambah beban putaran gir.

Putaran laher yang bergerak enggak normal bikin beban berlebihan ke kabel spidometer. “Kalau bearing sudah ada gejala oblak, mending diganti. Ja1533kasus-spin-axl-2.jpgngan sampai merembet sampai ke gir spido,” beber Indra.

Seandainya bukan dari bearing, coba cek kondisi perangkat penggerak jarum spidometer (gbr. 1). Ada risiko karat di bagian ini. Lantaran, grease alias gemuk enggak bisa bertahan lama karena pastinya putaran di gir akan bikin temperatur sedikit naik.

Mending sebelum penggunaan masuk 6.000 km, silakan cek kondisi gemuk. Seandainya sudah kering, bagusnya kasih gemuk warna merah. Gemuk jenis ini biasa dipakai buat industri yang pastinya jauh lebih kuat.

Sebelum dikasih gemuk, bersihkan kerak dari gemuk yang sudah mengering. Cukup pakai lap agak basah. Kain lap jangan dikasih bensin karena di penutup gir set spidometer ada sil yang berisiko melar kalau disiram bensin. Selesai, deh!
Read more »